Android

Android Operating System.

Database Management System

Create your own database with MySQL.

PHPMyAdmin

A tool written in PHP intended to handle the administration of MySQL over the WWW.

JQuery

The Write Less, Do More, JavaScript Library.

Java

Java Programming Language.

Rangkuman Praktikum SMBD Part IV

TRIGGER
Trigger adalah sebuah objek database yang diasosiasikan dengan sebuah tabel. Trigger diaktifkan ketika sebuah event terjadi pada tabel yang diasosiasikan. Tabel yang diasosiasikan dengan trigger haruslah sebuah tabel yang permanen dan bukan temporary tabel.

Membuat Trigger
Trigger bisa dibuat dengan syntax sbb :

CREATE TRIGGER <trigger_name> <trigger_time> <trigger_event> ON <table> FOR EACH ROW <trigger_body statements>

Pada sintaks di atas, trigger_name adalah nama dari trigger yang akan kita buat.

Trigger_time adalah saat aktivasi trigger. Parameter trigger_time dapat berisi BEFORE atau AFTER, yang menandakan apakah aktivasi trigger dilakukan sebelum atau sesudah terjadi perubahan pada tabel.

Trigger_event menunjukkan jenis statement yang mengaktifkan trigger.

Trigger_event dapat didefinisikan sebagai salah satu dari:
  • INSERT: trigger diaktifkan ketika sebuah baris baru ditambahkan ke tabel, sebagai contoh melalui statement INSERT, LOAD DATA, atau REPLACE.UPDATE: trigger diaktifkan ketika sebuah baris dimodifikasi, sebagai contoh melalui statement UPDATE.
  • DELETE: trigger diaktifkan ketika sebuah baris dihapus, melalui statement DELETE dan REPLACE. Namun demikian, DROP TABLE dan TRUNCATE TABLE tidak mengaktifkan trigger DELETE
  • Tidak boleh ada dua buah trigger yang sama pada sebuah tabel yang memiliki trigger_time dan trigger_event yang sama. Sebagai contoh, kita tidak dapat membuat dua buah BEFORE UPDATE trigger pada satu buah tabel yang sama, namun kita dapat membuat trigger BEFORE UPDATE dan AFTER UPDATE untuk satu tabel yang sama.

Trigger_body merupakan definisi statement yang dijalankan ketika sebuah trigger diaktifkan. Jika ada beberapa statement yang ingin dijalankan, statement-statement tersebut dapat didefinisikan di antara BEGIN … AND.

Keyword OLD dan NEW dapat digunakan untuk mereferensi nilai sebelum dan sesudah trigger dilakukan. Sebagai contoh OLD.nama_kolom menunjukkan nilai kolom sebelum data tersebut dihapus atau diupdate, sedangkan NEW.nama_kolom menunjukkan nilai kolom sebuah data yang akan dimasukkan atau nilai kolom data setelah diupdate.

BEFORE TRIGGER
Berikut adalah contoh trigger yang dijalankan sebelum data dimasukkan ke dalam sebuah tabel.
mysql> DELIMITER (spasi)#
mysql> CREATE TRIGGER sebelum_insert BEFORE INSERT ON pegawai FOR EACH ROW
BEGIN
IF NEW.gaji IS NULL OR NEW.gaji = 0
THEN
SET NEW.gaji = 500000;
ELSE
SET NEW.gaji = NEW.gaji + 100000;
END IF;
END #
Query OK, 0 rows affected (0.23 sec)
Mysql> DELIMITER(spasi);

Dalam TRIGGER diatas adalah salah satu contoh trigger yang akan dijalankan sebelum sebuah even dipanggil (BEFORE INSERT). Dalam trigger ini akan mengganti nilaigaji jika gaji yang di-INSERT-kan bernilai NULL atau 0 dan akan menambahkan nilai 100rb jika kita masukkan selain NULL dan 0.

Namun demikian, kita tidak dapat mengupdate tabel yang sama dengan tabel yang diasosiasikan dengan trigger menggunakan trigger.
Mysql> DELIMITER #
mysql> CREATE TRIGGER before_update BEFORE UPDATE ON pegawai FOR EACH ROW BEGIN
UPDATE pegawai SET gaji=gaji+(NEW.gaji - OLD.gaji) WHERE nip=NEW.nip;
END #
Query OK, 0 rows affected (0.03 sec)
mysql> DELIMITER ;
mysql> UPDATE pegawai SET gaji = 2000000 WHERE nip="PEG-1017";
ERROR 1442 (HY000): Can't update table 'pegawai' in stored function/trigger because it is already used by statement which invoked this stored function/trigger.

AFTER TRIGGER
Berikut adalah contoh trigger yang dijalankan setelah update dilakukan terhadap tabel
Untuk mencobanya kita buat dulu table pencatat, nanti di table pencatat ini akan kita buat syntax untuk mencatat perubahan yang terjadi.
mysql> create table pencatat(catatan varchar(50));
Query OK, 0 rows affected (0.48 sec)
mysql> delimiter #
mysql> CREATE TRIGGER trigger_cat AFTER UPDATE ON pegawai FOR EACH ROW
BEGIN
INSERT INTO pencatat
VALUES(concat('akun ',NEW.nip,' dari ',OLD.gaji, ' to ',NEW.gaji));
END
#
Query OK, 0 rows affected (0.17 sec)
mysql> delimiter ;
TRIGGER diatas akan dieksekusi setelah perintah UPADATE dijalankan.

Melihat dan Menghapus Trigger yang Sudah Dibuat

Untuk melihat TRIGGER kita bisa menggunakan syntax
mysql> show triggers in lab4;
mysql> drop trigger before_update;

Rangkuman Praktikum SMBD Part V







Fuction
Sebuah function dapat digunakan secara langsung dalam statement SELECT, UPDATE, dan DELETE. Hasil dari function dapat dikembalikan sebagai output. Sebuah function hanya dapat mengembalikan sebuah nilai saja.

Membuat fuction
mysql> delimiter //

mysql> create function nama_lengkap(in_nama_depan varchar(15), in_nama_belakang varchar(15))

-> returns varchar(35)

-> begin

-> return concat(in_nama_depan,' ',in_nama_belakang);

-> end //

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> delimiter ;

Melihat fuction yang telah dibuat
Function apa saja yang telah kita buat dapat dilihat menggunakan statement SHOW FUNCTION STATUS.

mysql> show function status;

Menghapus functionFunction yang telah dibuat dapat dihapus menggunakan DROP FUNCTION nama_function.

mysql> DROP FUNCTION full_name;

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> SHOW FUNCTION STATUS;

Empty set (0.00 sec)

Procedure
Procedure dapat berisi statement SQL (INSERT, UPDATE, DELETE, SELECT) atau operasi lain yang disimpan dalam database. Sebuah procedure dapat dipanggil menggunakan statement CALL nama_procedure disertai parameter yang diperlukan.

Membuat procedure
sintaks untuk membuat procedure adalah sebagai berikut;
CREATE PROCEDURE nama_procedure (parameter_procedure())routine_body

Berikut contoh pembuatan procedure:

mysql> delimiter //

mysql> create procedure show_pekerja()

-> begin

-> select*from pekerja;

-> end //

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> call show_pekerja ();

Parameter dalam procedure
Procedure menerima parameter (proc_parameter) yang didefinisikan sebagai berikut: proc_parameter:[ IN | OUT | INOUT ] param_name type

Dalam parameter procedure, didefinisikan jenis parameter, yaitu IN, OUT, atau INOUT. Bila tidak dispesifikasikan saat pembuatan, maka default jenis parameter yang dipilih adalah IN.

· Parameter IN mengirimkan sebuah nilai ke dalam procedure. Procedure bisa saja merubah nilai parameter ini, namun perubahan tersebut tidak visibel terhadap pemanggil procedure ketika procedure tersebut selesai.

· Parameter OUT mengirimkan nilai dari procedure ke pemanggil. Nilai inisial dari parameter ini adalah NULL dan nilainya visibel terhadap pemanggil.

· Parameter INOUT diinisialisasi oleh pemanggil, dapat dimodifikasi oleh procedure, dan perubahan nilai parameter visibel terhadap pemanggil ketika procedure selesai.

Parameter IN
Berikut adalah contoh penggunaan parameter IN:

mysql> delimiter $

mysql> create procedure getPekerjaByAlamat (in namaAlamat varchar(255))

-> begin

-> select*from pekerja where alamat LIKE namaAlamat;

-> end $

mysql> delimiter ;

Pada contoh di atas, dibuat procedure getPekerjaByAlamat dengan satu parameter masukan berjenis IN bernama namaAlamat. Procedure ini digunakan untuk menampilkan data pada tabel pekerja dengan nama kota sesuai parameter masukan. Pemanggilan procedure ini dapat dilihat pada contoh di bawah ini. Pada contoh ini, kita memasukkan Sleman” sebagai parameter masukan procedure.

mysql> call getPekerjaByAlamat("Sleman");

Parameter OUT
Berikut adalah contoh penggunaan parameter OUT;

mysql> delimiter :)

mysql> create procedure getNumPekerja (out numPekerja int)

-> begin

-> select count(*) into numPekerja from pekerja;

-> end :)

Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)

mysql> delimiter ;

Pada contoh di atas, dibuat procedure untuk menampilkan jumlah pekerja dalam tabel. Hasil query tersebut disimpan dalam variabel numPekerja dengan statement INTO numPekerja. Pemanggilan pekerja dengan parameter OUT dilakukan dengan menggunakan variabel session yang diawali dengan karakter @. Pemanggilan procedure getNumPekerja ditunjukkan sebagai berikut:

mysql> call getNumPekerja(@num);

Parameter INOUT
Berikut adalah contoh penggunaan parameter INOUT:

mysql> delimiter ^^

mysql> create procedure increase(inout number int)

-> begin

-> set number = number + 15;

-> end ^^

Query OK, 0 rows affected (0.04 sec)

mysql> delimiter ;

Pada contoh di atas, kita membuat procedure increase untuk menambahkan input dengan nilai 15. Memodifikasi nilai parameter input dilakukan dengan menggunakan SET. Contoh berikut memperlihatkan bagaimana memanggil procedure increase. Kita mendefinisikan terlebih dahulu variabel session @num dengan nilai 100. Kemudian setelah pemanggilan increase, nilai @num menjadi 115.

mysql> set @num = 100;

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> call increase(@num);

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> select @num;

Melihat procedure yang telah dibuat
Procedure yang telah kita buat dapat dilihat menggunakan statement SHOW PROCEDURE STATUS sebagai berikut:

mysql> show procedure status;

Menghapus procedure
Procedure yang telah kita buat dapat dihapus menggunakan DROP PROCEDURE.

Mysql> DROP PROCEDURE increaseGaji;

Procedure Input Data
mysql> create table hoho( nama varchar(10), alamat varchar(10));

Query OK, 0 rows affected (0.13 sec)

mysql> delimiter #

mysql> create procedure isi( in nama varchar(10), alamat varchar(10))

-> begin

-> insert into hoho values(nama, alamat);

-> end #

Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)

call isi("Didi","Sleman");

call isi("Fera","Abarawa");

call isi("Rara","Jogja");

Procedure Hapus Data

mysql> delimiter #

mysql> create procedure hapus_data(in par_nama varchar(10))

-> begin

-> delete from hoho where nama=par_nama;

-> end#

Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

Mysql> delimiter ;

Call hapus_data(“Didi”);

Rangkuman Pratikum SMBD Part I

Minggu ini sudah diajarkan beberapa contoh untuk membuat database, melihat database yang sudah kita buat sebelumnya, memakai database yang sudah kita buat sebelumya, membuat tabel baru, melihat hasil tabel yang sudah kita buat sebelumnya, memasukkan data kedalam tabel dan menghapus tabel dan database.

Membuat database
CREATE DATABASE(spasi)NAMA_DATABASE;
Contoh : mysql> create : database t_mhs;
Query OK, 1 row affected (0.09 sec)

Melihat hasil database yang sudah kita buat sebelumnya
SHOW DATABASES;
Memakai database yang sudah kita buat sebelumnya
USE(spasi)NAMA_DATABASE;
Contoh : mysql> use t_mhs;
Database changed
Membuat table baru 
CREATE TABLE NAMA_TABEL(Nama_Kolom1(spasi)tipe_data(ukuran),Nama_Kolom2(spasi)tipe_data(ukuran),Nama_Kolom3(spasi)tipe_data(ukuran),Nama_Kolom4(spasi)tipe_data(ukuran));
Contoh : mysql> create table t_mhs(nim varchar(10), nama_mhs  varchar(50), alamat varchar(50), no_telp varchar(12));
Query OK, 0 rows affected (0.16 sec)
Melihat hasil table yang sudah kita buat sebelumnya
DESC(spasi)NAMA_TABEL;
Menginputkan data ke dalam tabel menggunakan perintah INSERT
mysql >INSERT(spasi)INTO(spasi)NAMA_TABEL(spasi)VALUES(’DATA_KOLOM1’, ’DATA_KOLOM2’, ’DATA_KOLOM3’, ’DATA_KOLOM4’);
Contoh: mysql> insert into t_mhs values( '111051357', 'adi', 'Sleman','085785367478');
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)
mysql> insert into t_mhs values( '111077857', 'benny', 'Semarang','085738907478');
Query OK, 2 row affected (0.05 sec)
mysql> insert into t_mhs values( '111078357', 'dewi', 'surabaya','085785367478');
Query OK, 3 row affected (0.05 sec)
mysql> insert into t_mhs values( '111090357', 'aries', 'bali','085785367478');
Query OK, 4 row affected (0.05 sec)
mysql> insert into t_mhs values( '111023357', 'hendra', 'jogja','085785367478');
Query OK, 5 row affected (0.05 sec)
Menginputkan data ke dalam tabel menggunakan LOAD DATA
Persiapkan file yang berisi data yang akan diinputkan ke tabel di database kita, sesuai dengan urutan yg kita buat di MYSQL. Simpan dengan format .txt
Contoh : (dibuat di MS.EXEL dan disimpan dengan nama data.txt = format TEXT(MS-DOS) )

111051358  surya     Sleman  085789367478

111077859  bowo      Sleman  085739907478

111078352  dyah     Sleman  085785067478

111090351  andi     Sleman  085785967478

111023354  agung   Sleman  085785667478
LOAD(spasi)DATA(spasi)LOCAL(spasi)INFILE(spasi) ’LOKASI-FILE’(spasi) INTO(spasi)
TABLE(spasi) NAMA_TABEL
Contoh : mysql> load data local infile 'D://km1/data.txt' into table t_mhs;
Query OK, 5 rows affected (0.03 sec)
Records: 5  Deleted: 0  Skipped: 0  Warnings: 0
Menghapus table
Buat dulu table baru
mysql> create table mat_kul(id_matkul varchar(10), nama_matkul varchar(50), sks int(1), semester int(1), dosen varchar(10));
Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)
mysql> desc mat_kul;
Lihat tabel yang ada
mysql> show tables;
Hapus TABEL
DROP(spasi)TABLE(spasi)NAMA_TABEL
mysql> drop table mat_kul;
Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)
Buat database baru
mysql> create database coba;
Lihat database yang ada
mysql> show databases;
Hapus database 
mysql> drop database coba;

Sistem Informasi Reservasi Hotel


Posting kali ini saya akan membahas tentang tugas terakhir saya pada mata kuliah SMBD (akhirnya...:D). Pada tugas ini, saya membuat sistem informasi reservasi hotel dengan menggunakan PHP dan database MySQL. Langsung saja saya tampilkan printscreen dari sistem reservasi hotel yang saya buat.

Berikut adalah tampilan form reservasi, Form reservasi diatas terdiri dari data pemesan, data kamar, dan lama tinggal.


 
Selanjutnya dengan menekan tombol kirim pada form reservasi, maka otomatis data kamar, tamu, dan lama tinggal akan disimpan pada database. Setelah selesai mengisi form reservasi pengunjung akan diberitahukan bahwa proses reservasi sudah berhasil, seperti berikut:


Selanjutnya berikut ini adalah halaman login admin, 


Ini adalah halaman list kamar, pada halaman ini admin dapat melakukan proses tambah data kamar, edit data kamar, dan hapus data kamar.


Kemudian ini adalah halaman daftar order/daftar booking kamar. Pada halaman ini admin dapat melakukan proses checkin dengan menekan tombol kunci pada kolom action.






Setelah memilih tombol kunci tadi, maka admin akan dialihkan ke halaman aktivasi checkin. Pada halaman checkin ini admin diharuskan memilih kamar yang dipesan sesuai dengan jumlah kamar pada saat tamu booking.


Setelah proses checkin selesai, maka admin dapat melihat daftar checkin, pada halaman list checkin, seperti berikut. Pada halaman ini admin juga dapat melakukan proses hapus, dan checkout, selain itu admin juga dapat melihat detail checkin.






Halaman Detail checkin.




Kemudian apabila tamu sudah selesai menginap, maka dilakukan proses checkout. Proses checkout dapat dilakukan dengan memilih tombol checkout pada halaman list checkin. Setelah memilih tombol checkout, maka admin akan dialihkan ke halaman checkout. 


Proses checkout akan dilakukan seletah memilih tombol checkout pada halaman checkout seperti diatas.


Daftar checkout tadi dapat dilihat pada halaman list checkout, seperti berikut:





Dan berikut adalah halaman detail checkout.

Download:
PHP
Database

Sekian dan terima nasi kasi..


UPDATE : File PHP sudah saya ubah dengan menggunakan koneksi mysqli, mengingat XAMPP versi 7 keatas sudah harus menggunakan mysqli. 
Program sudah berjalan dengan baik, mohon maaf apabila lama tidak pernah update blog, karena kesibukan dalam bekerja :)) 
semoga bermanfaat







Membuat Database dengan 3 Subsistem

Kali ini saya akan membahas tugas SMBD berikutnya, yaitu membuat database suatu instansi, yang mana didalamnya terdapat 3 subsistem (ya anda tidak salah baca, TIGA!).

Baik, segera kita mulai saja. Sempat bingung mau ambil topik tentang apa..setelah konsultasi dengan mbah google akhirnya kami putuskan untuk mengambil topik tentang sistem informasi manajemen hotel, yang mana meliputi 3 subsistem yaitu reservasi (checkin dan checkout), laundry, dan restoran.

Hasil Entity Relationship Diagram:
          Dapat dilihat pada gambar, hubungan antara entitas tamu dan kamar adalah many to many, tamu dengan petugas juga adalah many to many, begitu pula hubungan antara tamu dengan restoran dan laundry juga many to many.

Dan inilah hasil normalisasi tabel:
              Yang termasuk tabel master adalah Tabel tamu, petugas, kamar, f_kamar, tipe_kamar, restoran, laundry, menu, det_laundry, kecamatan, kabupaten, provinsi, user, dan fasilitas. Sedangkan yang termasuk tabel relasi adalah tabel checkin, checkout, trans_restoran, dan trans_laundry.


Sama seperti tugas sebelumnya DBMS yang kami gunakan adalah MySQL dalam paket XAMPP. Berikut ini hubungan antar tabel menggunakaan MySQL:



Untuk struktur tabelnya bisa dilihat langsung disini dan databasenya bisa di download disini, kemudian diexport pada mysql phpmyadmin.